Info Asuransi Indonesia: Inilah Perbedaan Asuransi Syariah dan Konvensional

Saat ini perusahaan asuransi terbilang sudah sangat menjamur di Indonesia. Terbukti banyak sekali perusahaan asuransi yang saat ini berkembang dan menawarkan berbagai produk asuransi kepada masyarakat. Banyaknya bermunculan perusahaan asuransi ini juga lantaran karena banyak masyarakat yang mulai menyadari pentingnya produk asuransi dalam pengelolaan keuangan menghadapi masa depan yang serba tidak pasti. Terlebih ditunjang dengan kemudahan mendapatkan berbagai info asuransi Indonesia dari berbagai sumber, serta pembelian produk asuransi yang bisa dilakukan secara konvensional maupun secara online.

Bagi yang mengikuti perkembangan asuransi di Indonesia, pasti sudah tidak asing lagi dengan produk asuransi syariah. Sesuai dengan namanya, asuransi syariah merupakan asuransi yang berdasarkan prinsip syariah yaitu usaha tolong-menolong (ta’awuni) dan saling melindungi (tafakuli) diantara sejumlah orang atau pihak melalui investasi dalam bentuk aset (dana tabarru) yang memberikan pola pengembalian dalam menghadapi resiko tertentu melalui suatu akad atau perjanjian ikatan sesuai syariat Islam. Jenis produk asuransi syariah memiliki banyak perbedaan dengan asuransi konvensional.

Bagi Anda yang tertarik memiliki salah satu produk asuransi syariah, seperti dari produk asuransi syariah Allianz misalnya, maka sebaiknya ketahui terlebih dahulu perbedaan antara asuransi jenis ini dengan yang konvensional. Untuk lebih jelasnya, Anda bisa menyimak beberapa perbedaannya berikut ini:

  1. Pengelolaan resiko.
    Pada asuransi syariah menggunakan risk sharing, yaitu resiko dibebankan atau dibagi kepada perusahaan asuransi dan peserta asuransi itu sendiri. Sedangkan pada asuransi konvensional menggunakan sistem risk transfer, yaitu konsep dimana resiko dipindahkan oleh tertanggung (nasabah) kepada pihak perusahaan asuransi.
  2. Pengelolaan dana.
    Pengelolaan dana pada asuransi syariah lebih transparan dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk mendatangkan keuntungan bagi pemegang polis itu sendiri. Sedangkan pada konvensional akan menentukan besaran premi dan biaya lain-lain yang ditujukan untuk menghasilkan keuntungan sebesar-besarnya bagi perusahaan itu sendiri.
  3. Sistem perjanjian.
    Pada asuransi syariah menggunakan akad hibah (tabrru) yang berdasarkan sistem syariah yang dipastikan halal. Sedangkan untuk asuransi konvensional akad yang dilakukan sama dengan perjanjian jual beli karena memang dimaksudkan untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya.
  4. Kepemilikan dana.
    Dapa pada asuransi syariah merupakan milik bersama, dimana perusahaan asuransi hanya bertindak sebagai pengelola dana saja. Sedangkan pada asuransi konvensional , dana premi yang dibayarkan nasabah kepada perusahaan asuransi merupakan milik perusahaan asuransi tersebut, serta perusahaan memiliki kewenangan penuh untuk mengelola dan mengalokasikan dana tersebut.
  5. Pembagian keuntungan.
    Pada asuransi syariah, semua keuntungan perusahaan akan dibagi ke semua peserta asuransi. Sedangkan pada konvensional, semua keuntungan merupakan hak milik perusahaan.
  6. Kewajiban zakat.
    Pada asuransi syariah mewajibkan adanya pembayaran zakat, sedangkan pada konvensional tidak ada.
  7. Dana hangus.
    Dari info asuransi Indonesia, untuk asuransi syariah tidak ada dana hangus jika tidak diklaim, sedangkan hal tersebut berlaku pada asuransi konvensional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *